اِسْم
غَيْرُ
مُنَوَّن
28. ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang
Tidak Menerima Tanwin)
Dalam
kaitannya tentang Alamat I'rab
Far'iyyah (tanda-tanda I'rab cabang), kita harus mempelajari golongan
Isim yang
huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah (hanya
menerima baris
dhammah dan fathah).
Isim-isim
ini dinamakan ISIM GHAIRU
MUNAWWAN yang terdiri dari:
1)
Semua Isim 'Alam (Nama) yang
diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah Mudzakkar). Misalnya: فَاطِمَةُ (=Fatimah),
آمِنَةُ (=Aminah),
مَكَّةُ (=Makkah),
مُعَاوِيَةُ (=Muawiyah),
حَمْزَةُ (=Hamzah),
dan sebagainya.
2)
Semua Isim 'Alam Muannats
(meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah). Misalnya: خَدِيْجَةُ
(=Khadijah), سَوْدَةُ (=Saudah), زَيْنَبُ
(=Zainab), بَغْدَادُ (=Bagdad), دِمَشْقُ
(=Damaskus), dan sebagainya.
3)
Isim 'Alam yang merupakan kata
serapan atau berasal dari bahasa 'ajam (bukan Arab). Misalnya: إِبْرَاهِيْمُ (=Ibrahim),
دَاوُدُ (=Dawud),
يُوْسُفُ (=Yusuf),
فِرْعَوْنُ (=Fir'aun),
قَارُوْنُ (=Qarun),
dan sebagainya.
4)
Isim 'Alam yang menggunakan wazan
(pola/bentuk) Fi'il. Misalnya: يَزِيْدُ (=Yazid), أَحْمَدُ (=Ahmad),
يَثْرِبُ (=Yatsrib),
dan sebagainya.
5)
Isim 'Alam yang menggunakan
wazan فُعَل . Misalnya: عُمَرُ
(=Umar), زُحَلُ (=Zuhal), جُحَا
(=Juha),
dan sebagainya.
6)
Semua Isim, baik Isim 'Alam
maupun bukan, yang diakhiri dengan huruf Alif-Nun. Misalnya: عُثْمَانُ
(=Utsman), سُلَيْمَانُ (=Sulaiman), رَمَضَانُ
(=Ramadhan), جَوْعَانُ (=lapar), غَضْبَانُ
(=marah), dan sebagainya.
7)
Semua Isim yang menggunakan wazan
(pola/bentuk) أَفْعَل . Misalnya: أَفْضَلُ
(=lebih utama), أَكْبَرُ (=lebih besar), أَسْوَدُ
(=hitam), dan sebagainya.
8)
Isim Jamak yang mempunyai wazan
yang di tengahnya terdapat Mad Alif. Misalnya: رَسَائِلُ (=surat-surat),
أَنَاشِيْدُ (=nasyid-nasyid),
شَوَارِعُ (=jalan-jalan),
قَبَائِلُ (=suku-suku),
dan sebagainya.
9)
Isim 'ADAD (عَدَد)
atau Bilangan dari satu sampai sepuluh yang menggunakan wazan فَعَال atau
مَفْعَل
. Misalnya: ثُلاَثُ (=tiga),
رُبَاعُ (=empat),
خُمَاسُ (=lima),
مَعْشَرُ (=kelompok),
dan sebagainya.
10)
Isim أُخَرُ
(=yang lain) yang merupakan bentuk Jamak dari أُخْرَى
.
|
11)
Isim yang huruf akhirnya berupa Alif Mamdudah |
أَلِف مَمْدُوْدَة |
atau
Alif Lurus |
اء |
Misalnya:
|
زَهْرَاءُ |
(=yang
berkilau), |
عُلَمَاءُ |
(=orang-orang
berilmu), |
أَصْدِقَاءُ |
(=teman-teman),
|
dan
sebagainya.
Seperti
dinyatakan di awal tadi,
Isim-isim di atas huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin dan
kasrah. Oleh
karena itu, dalam kaitannya dengan I'rab, Isim Ghairu Munawwan
mempunyai alamat
atau tanda-tanda I'rab sebagai berikut:
a.
I'rab Rafa' dan I'rab Nashab
tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris Dhammah untuk I'rab
Rafa' dan
baris Fathah untuk I'rab Nashab.
b.
I'rab Jarr tidak menggunakan
baris Kasrah melainkan baris Fathah.
|
جَاءَ سُلَيْمَانُ |
=
datang Sulaiman |
|
رَأَيْتُ سُلَيْمَانَ |
= aku
melihat Sulaiman |
|
سَلَّمْتُ عَلَى سُلَيْمَانَ |
= aku
memberi salam kepada Sulaiman |
Sebagai
perkecualian, bila Isim-isim
tersebut menggunakan awalan Alif-Lam Ma'rifah, maka ia menerima baris
kasrah
bila terkena I'rab Jarr. Perhatikan:
|
سَلَّمْتُ عَلَى قَبَائِلَ |
= aku
memberi salam kepada suku-suku |
|
سَلَّمْتُ عَلَى الْقَبَائِلِ |
= aku
memberi salam kepada suku-suku itu |
|
سَلَّمْتُ عَلَى عُلَمَاءَ |
= aku
memberi salam kepada para ulama |
|
سَلَّمْتُ عَلَى الْعُلَمَاءِ |
= aku
memberi salam kepada para ulama itu |
Namun
masih ada lagi kelompok Isim
Ghairu Munawwan yang huruf akhirnya selalu tetap, tidak mengalami
perubahan
baris apapun. Yaitu:
12) Isim-isim yang huruf akhirnya Alif Maqshurah ( أَلِف مَقْصُوْرَة ) atau Alif
Bengkok ( ى tanpa
titik dua). Misalnya: مُوْسَى (=Musa),
عِيْسَى (=Isa),
هُدَى (=petunjuk),
طُوَى (=Thuwa:
nama bukit), dan sebagainya.
Isim-isim
ini huruf akhirnya tidak
pernah berubah, dalam keadaan I'rab apapun.
|
جَاءَ مُوْسَى |
=
datang Musa |
|
رَأَيْتُ مُوْسَى |
= aku
melihat Musa |
|
سَلَّمْتُ عَلَى مُوْسَى |
= aku
memberi salam kepada Musa |
Hafalkanlah
istilah-istilah tata
bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke
pelajaran
selanjutnya.